SELAMAT DATANG DI BLOG "MARI BELAJAR MATEMATIKA" BELAJAR MATEMATIKA: ARTIKEL PENDIDIKAN

Breaking News

MARI BELAJAR

MARI BELAJAR BERSAMA PAK RADDY

SELAMAT BELAJAR

Laman

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

JENIS TANAH DAN BATUAN DI MALUKU TENGAH

KONDISI TANAH 
Struktur tanah yang terdapat pada wilayah Kabupaten Maluku Tengah cenderung serupa antara satu dengan yang lain, hal ini dikarenakan kondisi geografis yang tidak berbeda secara signifikan antara satu pulau dengan pulau lainnya. Struktur tanah sangat mempengaruhi keberadaan vegetasi suatu wilayah, dengan kata lain dapat diidentifikasi struktur tanah berdasarkan jenis vegetasi yang dapat hidup pada wilayah ini, mengingat bahwa kontur wilayah yang merupakan indikasi tekstur ketinggian wilayah lebih mempunyai tingkat ketepatan dalam menentukan jenis vegetasi. Sampai dengan saat ini ditemukan 7 jenis karakteristik tanah yang berbeda, tanah tersebut merupakan jenis tanah yang dikelompokkan berdasarkan jenis vegetasi sebagaimana disajikan dalam tabel berikut.
Tabel . 2.
Jenis Tanah dan Vegetasi di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah
Jenis Tanah
Uraian
Vegetasi
Regosol
Tanah ini memiliki solum dalam, dengan tekstur sedang, dan berdrainase sedang sampai baik. Tanah ini berasosiasi dengan jenis-jenis tanah aluvial, gleisol dan kambisol
Vegetasi yang ditemukan pada jenis tanah ini adalah tanaman pertanian dominasi kelapa, tanaman campuran, vegetasi khusus daerah pantai seperti ketapang, waru dan jenis-jenis Pescapprae
Aluvial
Tanah ini memiliki solum sedang sampai dalam, dengan tekstur sedang dan berdrainase buruk. Jenis tanah ini berasosiasi dengan jenis-jenis regosol, gleisol dan kambisol
Vegetasi umumnya disominasi oleh tanaman pertanian dominasi kelapa dan tanaman campuran.
Gleisol
Tanah ini memiliki solum sedang sampai dalam, dengan tekstur sedang dan berdrainase buruk, jenis tanah ini berasosiasi dengan jenis-jenis tanah regosol, aluvial dan kambisol
Vegetasi yang ditemukan selain pandan rawa, sagu dan mangrove, ditemukan pula tanaman pertanian dominasi kelapa dan tanaman campuran (tanaman setahundan tahunan) yang menyebar secara sporadis
Kambisol
Tanah ini memiliki solum sedang sampai dalam, bertekstur halus sampai agak kasar, dan berdrainase baik. Tanah ini berasosiasi dengan jenis tanah regosol, aluvial, litosol, brunizem dan podsolik
Vegetasi yang ditemukan adalah tanaman pertanian dominasi kelapa, tanaman campuran, tanaman tahunan, kebun, ladang, hutan primer dan sekunder
Rensina
Tanah ini memiliki solum dangkal sampai sedang dengan tekstur sedang sampai halus dan berdrainase baik, berasosiasi dengan jenis-jenis tanah litosol, kambisol, brunizem dan podsolik
Vegetasi yang ditemukan adalah hutan sekunder, primer dan tanaman campuran
Brunizem
Tanah ini memiliki solum tanah dalam sampai sangat dalam, dengan tekstur halus dan berdrainase baik. Umumnya memilki kejenuhan basa 50 % atau lebih. Tanah ini berasosiasi dengan jenis-jenis tanah litosol, rensina, kambisol dan podsolik
Vegetasi yang ditemukan adalah tanaman pertanian, hutan sekunder dan primer
Podsolik
Tanah ini memiliki solum tanah dalam sampai sangat dalam, dengan tekstur halus dan berdrainase baik. Tanah ini berasosiasi dengan jenis-jenis tanah kambisl, litosol, brunizem
Vegetasi yang ditemukan adalah tanaman pertanian, tanaman campuran (tanaman tahunan dan ladang), hutan sekunder dan primer

Sementara itu, terdapat 16 satuan batuan yang tersebar di Kabupaten Maluku sebagaimana disajikan dalam tabel 2.8 berikut.
Tabel . 3.
Jenis Batuan dan Sebarannya di Kabupaten Maluku Tengah

No
Jenis Batuan
Lokasi
1.
Komplek Taunusa batuan metamorf/melihat berderajat amphibolit (sekis genes, kuarsit, tillit dan marmer pualam yang berumur perem (Paleozoikun)
Tersebar di tiga tempat yaituTaunusa, Silotabatu, dan Gunung Kobifoto, yang terpotong potong oleh patahan
2.
Komplek Toheru berupa batuan metamorf/malihan berfasies sekis hijau (Fillit, batu saba, sekis psamit, dan metagamping/termamerkan, yang berumur trias bawah (Mesozoik Awal)
Tersebar sangat luas membujur kearah Timur – Barat dibagian selatan Kabupaten Maluku Tengah
3.
Komplek Saku berupa batusabak, metagrewake, metaarkose, batugamping dan konglomerat, yang berumur Trias Atas (mesozoik Awal Bagian Atas)
Tersebar mengikuti pola persebaran Komplek Tehoru pada bagian Tengah Kabupaten Maluku Tengah dari Teluk Teluti
4.
Komplek Saku berupa batusabak, metagrewake, metaarkose, batugamping dan konglomerat, yang berumur Trias Atas (mesozoik Awal Bagian Atas)
Tersebar mengikuti pola persebaran Komplek Tehoru pada bagian Tengah Kabupaten Maluku Tengah dari Teluk Taluti
5.
Formasi Kanikeh berupa batuan sedimen tipe flish/turbidit (grewake, arkosa, batulanan, serpih, rijang, dan konglomerat) berumur Jura (Mesozoikum Tengah)
Tersebar pada wilayah Timur Tengah, dengan kontak sebagian berupa struktur patahan
6.
Formasi Manusela berupa batugamping olitan, berumur Jura (Mesozoikum Tengah)
Tersebar meluas dibagian Tengah bersifat lokalan di Timur dan BaratKabupaten Maluku Tengah
7.
Komplek Batuan Beku Ultrabasa – Ultramafik (Gabrro plagioklas, Gabbro hornblenda, Serpentinit, horzbugit, duit dan Lherzoit)
Tersebar secara lokalan sangat terbatas dibagian Barat Kabupaten Maluku Tengah
8.
Formasi Sawai berupa batugamping Kalsilutit, serpih merah, dan rijang yang mengandung radolaria
Tersebar secara lokalan dibagaian Timur dan Utara bagian Tengah serta Utara bagian Barat, berumur Kapur (Mesozoikum Atas)
9.
Formasi hatuaolo berupa serpih pasiran, napal, dan rijang, berumur Eosen – paleosen (tersier Awal) / (Kenozikum Awal)
Tersebar lokalan di bagian Timur Kabupaten Maluku Tengah
10.
Komplek Salas berupa bongkah-bongkah berbagai jenis batuan sedimen, beku, dan malihan di dalam massa dasar lempung berstruktur seperti sisik ikan dengan terdiri dari konglomerat, grewake, batugamping, rijang, lanau, batulempung, Serpentinit, piroksenit, denit, gabbro, diabas, diorit, sekis, genes, dan fillit merupakan batuan bancah atau "Melange tectonic", yang berumur Miosen – Pliosen (Tersier Atas/Kenozoikum tengah)
Tersebar sedikit memanjang dibagian Timur, Tengah, Utara Kabupaten Maluku Tengah.
12.
Formasi Wahai berupa Napal, batugamping pasiran, batupasir, dan napal tutan yang berumur Pliosen Awal (Tersier Atas/Kenozikum Tengah)
Tersebar di wilayah Timur bagian Utara Kabupaten Maluku Tengah
13.
Batuan Gunung Api Ambon berupa lava, breksi gunung api, breksi tuf, dan tuf, berumur Pliosen Atas (Tersier Atas/Kenozoik Tengah bagian Atas)
Tersebar di Pulau Nusa laut, P. Saparua, Timur dan Barat, serta P. Haruku Barat bagian Selatan
14.
Formasi Fufa terdiri atas batu pasir, lanau, napal, lempung, konglomerat, batugamping, dan gambut, berumur Plio – pleistosen (Tersier Atas – Kuarter Awal / Kenozikum Atas)
Tersebar pada dataran pantai Utara (lebih luas) dan pantai selatan (relatif lebih sempit penyebarannya)
15.
Endapan teras berupa konglomerat, rijang merah, sekis, fillit, batupasir, lempung pasiran lateritis, dan batugamping terumbu yang bersilang jari dengan batu gamping koral (terumbu), berumur holosen (Kuarter Atas/Kenozikum Atas)
Tersebar di teluk Elputih dan lokalan di Pantai Utara Kabupaten Maluku Tengah
16.
Endapan Aluvium berupa lanau, pasir dan kerikil yang berumur Holosen Atas (Kuarter Atas / Kenozoikum Atas)
Tersebar meluas di wilayah Utara Kabupaten Maluku Tengah
 SUMMBER : http://maltengkab.go.id/
Read more ...

Minggu, 23 Oktober 2016

IGI DAN PEMBELAJARAN ABAD 21

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ABAD 21

pembelajaran abad 21Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa, pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini.

Karakteristik abad 21 ditandai dengan semakin bertautnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga sinergi diantaranya menjadi semakin cepat. Dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan, telah terbukti dengan semakin menyempit dan meleburnya faktor “ruang dan waktu” yang selama ini menjadi aspek penentu kecepatan dan keberhasilan ilmu pengetahuan oleh umat manusia (BSNP, 2010). Abad 21 juga ditandai dengan banyaknya (1) informasi yang tersedia dimana saja dan dapat diakses kapan saja; (2) komputasi yang semakin cepat; (3) otomasi yang menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin; dan (4) komunikasi yang dapat dilakukan dari mana saja dan kemana saja (Litbang Kemdikbud, 2013).

Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya (BSNP, 2010).

MERAWAT POFESI GURU DENGAN IGI

ikatan guru indonesiaGuru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tuntutan meningkatkan kompetensi sesuai dengan amanat UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen salah satunya adalah kompetensi profesional menjadi harga mutlak bagi kita "guru". Amanat undang-undang guru dan dosen pasal 41 menyatakan setiap guru wajib bergabung pada organisasi profesi, untuk meningkatkan karir dan mutu guru. Setiap tanaman yang akan dirawat, dimungkinkan menggunakan perawatan dengan cara atau pupuk apapun, tidak saja hanya pada merek tertentu. Demikian juga organisasi profesi guru. Sayangnya ruh undang-undang ini tidak tersosialisasi dengan baik sehingga yang terjadi di lapangan, hanya didominasi oleh organisasi dengan merek tertentu. Demikian juga terjadi pada tanaman, yang kadang sulit menentukan pilihan pupuk perawatan, karna yang tersedia hanya ada dengan merek tertentu. Padahal Pemerintah pusat telah melegalkan beberapa organisasi profesi yang pantas mendampingi profesi guru dalam meningkatkan mutu dan profesinya. 
Setidaknya ada 6 organisasi profesi yang terakhir diakui bahkan sempat diundang pemerintah dalam hal ini kemendiknas dalam berbagai kegiatan untuk membahas upaya peningkatan mutu, di antaranya , PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), PERGUNU(Persatuan Guru Nahdatul Ulama), PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia), FGSI (Federasi Serikat Guru Seluruh Indonesia), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). Dari sekian banyak organisasi guru hanya PGRI dan IGI lah yang kini memiliki kepengurusan pusat hingga daerah, karna organisasi profesi guru lainnya tidak membuka perwakilannya di seluruh daerah dan haya berkonsentrasi penuh pada kantong kantong pendidikan di wilayah popinsi tertentu.
Ikatan guru Indonesia lahir dimotori oleh beberapa guru yang berkonsen pada peningkatan kualitas, inisiasi awal IGI bermula ketika dibentuknya klub Guru yang berkonsen pada peningkatan kualitas guru melalui pelatihan dan pendampingan guru. Setelah disahkan oleh pemerintah melalui SK Depkumham Nomor AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009. IGI,diharapkan menjadi wadah para guru agar bisa mengubah dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada pihak lain dan sekaligus bersiap menjadi lokomotif penggerak perubahan bagi bangsa. Dengan motto "Sharing and Growing Together", Ikatan Guru Indonesia akan menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan keguruan. Perwakilan IGI kini hadir di 34 propinsi di Indonesia, bukan saja di ibu kota propinsi tapi semangat guru IGI telah hadir di berbagai kabupaten kota hingga pelosok desa. Termasuk sebagian besar wilayah Indonesia Timur. 

SAGUSABLOG

sagusablog
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia,yang dimotori oleh mr mung. Kegiatan yang di selengarakan secara online melalui aplikasi telegram. Dengan moto sharing and growing together Peserta workshop bisa memanfaatkan sarana chating di group dengan mentor dan peserta lain untuk diskusi, saling membantu, menyampaikan permasalahan ketika mempraktekan modul/ video panduan yang ada. Suatu gerakan inovasi baru dunia pendidikan.

MATERI KELAS SAGUSABLOG
  1. Membuat blog guru dengan engine blogger
  2. Mendesain template blog guru dengan template bawaan blogger
  3. Mengganti template blog guru dengan template dari pihak ke 3
  4. Mendesain header blog guru
  5. Mengelola Blog guru
    • posting laman, artikel, teks, gambar dan vidio
    • membuat kategori artikel
    • membuat menu blog guru
    • membuat link dalam tulisan
    • membuat link download dari google drive
  6. Membuat soal online di google drive
  7. SEO (Search Engine Optimization) (Tingkat Lanjut
  8. Monetize Blog (Tingkat Lanjut)
  9. Custom Domain (Tingkat Lanjut)

Sampai dengan tulisan ini saya buat, saya masih belajar membuat blog pembelajaran ini, kepada mr mung dan para mentor yang telah membimbing saya semoga amalan bapak selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.

Masohi, 23 Oktober 2016
Salam hangat
Read more ...

Sabtu, 22 Oktober 2016

SELAMAT DATANG DI BLOG BELAJAR

selamat datang
SELAMAT DATANG
Assalamualaikum wr.. Wb...

Semoga aktivitas kita selalu dalam keadaan lindungan Allah SWT, amin. selamat datang di blog pembelajran, blog ini kami persembahkan kepada siswa siswi kami dalam memudahkan proses belajar di sekolah.

manfaat yang dapat diperoleh di blog ini :
  1. memudahkan siswa dalam mencari tugas
  2. memudahkan siswa dalam mencari materi
  3. memudahkan siswa dalam belajar
  4. memudahkan siswa dalam melihat nilai.
semoga blog ini dapat bermanfat untuk kita sekalian.

Masohi, 22 Oktober 2016
Salam Belajar



Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Sagusablog